ASEAN'S RESPONSE TO DRUG CRIME

Fajar Hermansah

Abstract


Perdagangan narkoba atau drugs trafficking merupakan isu yang menganggu keamanan nontradisional, serta mengancam stabilitas sebuah negara. Karena dengan banyaknya sindikat perdagangan ilegal obat-obatan terlarang tersebut, menandakan banyaknya pula para pengguna yang menjadi korbannya. Tentunya masalah seperti ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran negara, karena hal ini bisa menjadi penyebab pemerosotan moral generasi penerus bangsa. Masalah terbesar yang dihadapi dari penyalahgunaan narkoba ini salah satunya karena praktik penyelundupan yang masih bisa lolos dari jangkauan. Perdagangan narkoba kini bukan hanya menjadi masalah domestik saja, karena di dalamnya lebih banyak melibatkan banyak negara atau yang disebut dengan transnasional. Bahkan di berbagai negara kawasan Asia Tenggara, produksi, perdagangan hingga penyalahgunaan narkoba masih cukup besar. Sehingga hal ini berubah menjadi masalah non tradisional yang harus diberantas secara bersama-sama dengan mengandalkan berbagai lembaga atau organisasi berwenang, salah satunya ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Dan melalui penelitian ini, peneliti ingin melihat bagaimana upaya ASEAN dalam menghadapi situasi yang pelik ini, ditinjau menggunakan etode pengumpulan data kepustakaan dan analisis konten, serta dihubungkan dengan teori sekuritas. Dari pengumpulan data dan analisis konten yang dilakukan, peneliti menyimpulkan bahwa kasus darurat narkoba merupakan ancaman yang dapat menyeret berbagai sektor secara luas, tidak hanya pada keamanannya saja. Dari berbagai upaya yang telah dilakukan, terlihat bahwa ASEAN memandang darurat narkoba marupakan masalah yang harus ditindak secara cepat, meluas, dan berkelanjutan. Bahkan tidak dipungkiri meskipun berbagai usaha pemberantasan narkoba telah banyak dilakukan melalui berbagai cara, namun masih ada sajagerak-gerik sindikat narkoba yang masih meresahkan. Oleh karena hal ini, kiat memerlukan regulasi dan resolusi yang lebih terarah lagi sesuai dengan tingkat urgensi yang dialami.


Keywords


Drugs Trafficking; Narkoba; ASEAN; Asia Tenggara

Full Text:

PDF

References


Buku:

Alifia, Ummu. (2019). Apa Itu Narkotika dan Napza?. Semarang, Jawa Tengah: Penerbit ALPRIN.

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Tim New Merah Putih. (2012). Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yogyakarta: Penerbit New Merah Putih.

Priambodo, Sugeng. (2017). Apa itu ASEAN?. Yogyakarta: Istana Media (Grup Relasi Inti Media).

Winarti. (2018). ASEAN. Klaten: Penerbit Cempaka Putih.

Jurnal, Tesis:

--------. (2020). Keamanan Non-Tradisional. Sekolah Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan. http://pascasarjana.unpar.ac.id/magister-hubunganinternasional/ keamanan-non-tradisional/

Akbar, Wahyu. (2017). Hambatan ASEAN Dalam Memberantas Kartel Narkotika di Asia Tenggara Periode 2008-2014. (FISIPOL UMY)

http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/11282

DK Nasional. http://repository.umy.ac.id

Kartaatmaja, AM. (2014). Menuju ASEAN Bebas Narkoba 2015. Jurnal DPR RI.

Liza, Olivia Arta dan Sugiono, Muhadi. (2016). Kerjasama Regional untuk MenanggulangiDrugs Trafficking di Asia Tenggara, Studi Kasus Segitiga Emas. Yogyakarta:

Departemen Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. http://hi.fisipol.ugm.ac.id/katalogtesis/kerjasamaregional- untuk-menanggulangi-drugs-trafficking-di-asia-tenggara-studi-kasussegitiga-emas/

Muhammad, Danang Wahyu. (2016). Bahaya Narkoba.

http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/12189

Prayuda, Rendi. (2019). Problematika ASEAN Dalam Menangani Kejahatan Transnasional Penyelundupan Narkotika di Kawasan Asia Tenggara. Program Doktor Ilmu Politik Islam, UMY. http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/32818

Artikel Website:

Abke, Tom. (2019). Negara-Negara ASEAN Bekerja Sama untuk Membasmi Peredaran Narkoba. Retrieved from https://ipdefenseforum.com/id/2019/01/negara-negaraasean-

bekerja-sama-untuk-membasmi-peredaran-narkoba/

Fathurrohman. (2020). Pasar Narkoba Sintetis Berkembang di Asia. FIN Indonesia.

Retrieved from https://fin.co.id/2020/05/19/pasar-narkoba-sintetis-berkembangdi-asia-tenggara/

Hartono, Budi. (2018). Konsep Ilmu Hubungan Internasional, Sekuritisasi.

https://www.kompasiana.com/amp/budi_hartono_ 5adf13e9f133446014131f62/ko nsep-ilmu-hubungan-internasional-sekuritisasi

Hendro. (2020). Penanganan dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Harus Dilakukan dengan Meningkatkan Kerjasama antar Negara. Retrieved from https://indonews.id/mobile/artikel/27816/Penanganan-dan-Pencegahan-Penyalahgunaan-Narkoba-Harus-Dilakukan-dengan-Meningkatkan-Kerjasamaantar-Negara/

Nitasari, Nasria Ika. (2013). Teori Belajar Konstruktivistik Oleh Vygotsky.

https://nasriaika1125.wordpress.com/2013/11/10/teori-belajar-konstruktivistikoleh-vygotsky/amp/

Sekretariat Nasional ASEAN-Indonesia. (2017). Tentang ASEAN. Retrieved from http://setnas-asean.id/tentang-asean.

Sentosa, Puji. (2018). Narkoba Mengancam, Peran ASEAN Dalam Upaya

Mengentikannya. https://m.kumparan.com/puji-sentosa/narkoba-mengancamperan-asean-dalam-upaya-mengentikannya




DOI: https://doi.org/10.33172/jdp.v8i3.1373

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Ethics in Publishing

Publishing ethics refers to COPE (Commitee on Publication Ethics) and Regulation of the Head of LIPI Number 5 of 2014 concerning the Code of Ethics for Scientific Publications.

This statement outlines the ethical behavior expected of all parties. The parties are related and obedient in their respective positions and roles: authors, editorial board, peer reviewers, and publishers, who are involved in publishing articles in this journal.

Author
Authors create articles. Authors should read the policies that apply to their contributions and the author's guidelines. Once a submission has reached the review stage, authors are not allowed to withdraw it. The author accepts editorial decisions voluntarily.

Editorial Board
The editor consists of the chief editor and staff as a unit. Editors grade manuscripts on intellectual merit alone, regardless of the author's rank, title, skin color, gender, sexual orientation, religion, ethnicity, nationality, or political philosophy. Corresponding authors, reviewers, potential reviewers, other editorial advisers, and publishers, as appropriate, are the only parties to whom any editor and editorial staff may divulge information about manuscripts that have been submitted. The editor chooses which article to publish. When reaching a choice, the editor can consult with other editors or reviewers.

Peer Reviewers

Peer review provides an assessment of the articles submitted by the editor. The reviewer's assessment results assist the editor in editing the assessment and can also help the author improve the article through the editorial communication with the author. Any selected reviewer who believes they lack the skills necessary to evaluate a manuscript or realizes that doing so quickly is impossible should notify the editor and withdraw from the review process. The review must be carried out impartially. It would be inappropriate to criticize the author personally. Referees must clearly state their position and provide evidence to support them. Any manuscript sent to you for review should be treated with confidentiality. They cannot be discussed or shown to anyone without the editor's permission. Reviewers must indicate related published work that the author still needs to cite. Suitable quotations must support any claim that specific observations, deductions, or arguments have been recorded. Any significant overlap or resemblance between the manuscript under consideration and other published material of which the reviewer has direct knowledge must be communicated to the editor.

 

Publisher
The publisher is the institution that publishes the journal. Universitas Pertahanan Press under the Universitas Pertahanan Republik Indonesia, publisher of this Journal of Defense Diplomacy. Moral and ethical obligations as publishers are aware of and take their duties and responsibilities seriously during and throughout the publication process. For publishing journals, publishers work closely with editorial boards to facilitate communication with other journals and publishers.


Alamat Dewan Redaksi:
Alamat: Jl. Salemba Raya No.14, RT.3/RW.6, Kenari, Kec. Senen,
Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10430
Email: pertahanandiplomasi@gmail.com
Website: http://jurnalprodi.idu.ac.id/index.php/DP


Creative Commons License
Jurnal Diplomasi Pertahanan is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


 View My StatCounter