Manajemen Ketahanan Pangan Melalui Program Diversifikasi Pangan Di Sumatera Utara Dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara

Authors

  • Maria Dyah Ayu Pitaloka Universitas Pertahanan Indonesia
  • Agus Sudarya Universitas Pertahanan RI
  • Edy Saptono Universitas Pertahanan RI

Abstract

Masalah ketahanan pangan merupakan permasalahan sangat penting, di mana ketahanan pangan mengindikasikan pada ketersediaan akses terhadap sumber makanan untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Diversifikasi konsumsi pangan merupakan cara alternatif yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan beragam sumber karbohidrat dari jenis tanaman selain beras. Tulisan ini ditulis dengan tujuan untuk analisis manajemen ketahanan pangan melaui program diversifikasi pangan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, dan di Perum Bulog Sumatera Utara sebagai informasi tambahan mengenai kesiapannya dalam mendata pangan lokal yang dimiliki dan memodifikasi gudangnya agar dapat menyimpan berbagai jenis pangan lokal. Tulisan ini ditulis berdasarkan hasil penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian fenomenologi. Pada penelitian ini proses pengumpulan data dilaksanakan dengan menggunakan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ketahanan pangan Pemda Sumatera Utara dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat terdiri dari 4 fungsi, yaitu perencanaan ketahanan pangan dengan cara pengolahan pangan lokal dalam peningkatan minat masyarakat dalam konsumsi pangan lokal, pengorganisasian ketahanan pangan dengan cara pemerintah dan masyarakat bersama-sama dalam peningkatan produksi dan konsumsi pangan lokal, pelaksanaan ketahanan pangan dengan cara peningkatan ketersediaan bahan pangan sumber karbohidrat non beras dan pengembangan teknologi, serta pengawasan ketahanan pangan dilakukan dengan penyusunan peta ketahanan dan kerentanan pangan. Kendala yang dihadapi dari program diversifikasi pangan di Sumatera Utara yaitu terjadinya konversi lahan pertanian ke nonpertanian, permasalahan irigasi, dan ketergantungan masyarakat terhadap beras masih sangat tinggi.

References

Arida, A., Sofyan, & Fadhiela, K. (2015). Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga berdasarkan Proporsi Pengeluaran Pangan dan Konsumsi Energi. Agrisep, 16(1), 20-34.

Burgui, D. (2020). Coronavirus: How action against hunger is responding to the pandemic. Retrieved from https://www.actionagainsthunger.org/story/coronav irus-how-action-against-hunger-respondingpandemic.

Elizabeth, R. (2011). Strategi Pencapaian Diversifikasi dan Kemandirian Pangan: Antara Harapan dan Kenyataan. Iptek Tanaman Pangan, 6(2), 230-242.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku Putih Pertahanan Indonesia. Jakarta

Kompas. (2020). Bulog Garap Pangan Lokal. Kompas tanggal 21 Juli 2020 hal. 9.

Mamuaja, C.F. & Lamaega, J. C. E. (2015). Pembuatan Beras Analog dari Ubi Kayu, Pisang Goroho dan Sagu. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 3(2), 8-14.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan.

Rosales, G., dan Mercado, W. (2020). Effect of changes in food price on the quinoa consumption and rural food security in Peru. Scientia Agropecuaria, 11(1), 83-93.

Saliem, H. P., Purwoto, A., Hardono, G. S., Purwantini, T. B., Supriyatna, Y., Marisa, Y., & Waluyo. (2005). Manajemen Ketahanan Pangan Era Otonomi Daerah dan Perum Bulog. Bogor: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Undang- Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Program Pembangunan Nasional.

Downloads

Published

2022-01-20