Energi angin sebagai pembangkit listrik di Indonesia sudah banyak dimanfaatkan, namun masih mengalami kendala terutama disebabkan oleh kecepatan angin rata-rata yang relatif rendah yaitu antara 2,5 sampai 6 m/s. Potensi angin yang melimpah dapat dimanfaatkan untuk merancang turbin angin yang sesuai yaitu turbin angin tipe vertikal. Perancangan turbin angin sumbu vertikal menggunakan empat sudu dilakukan dengan variasi besar sudut untuk menentukan tingkat efisiensi turbin angin sehingga menghasilkan daya optimum. Pengujian turbin angin dilakukan pada 3 kecepatan angin yang berbeda-beda yaitu 4 m/s, 5 m/s, 6 m/s. Hasil pengujian menunjukkan bahwa daya listrik terbesar dihasilkan pada pengujian turbin angin sumbu vertikal dengan kecepatan angin 6 m/s yaitu sebesar 138 W. Hasil pengambilan data penelitian ini untuk putaran poros turbin pada kecepatan angin 4 m/s menghasilkan putaran 375,6 rpm, sedangkan pada kecepatan angin 5 m/s menghasilkan putaran poros 469,5 rpm dan kecepatan angin 6 m/s menghasilkan putaran poros 563,4 rpm.