STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI PRAJURIT BATALYON INFANTERI PARA RAIDER 433/JULU SIRI DALAM RANGKA MEWUJUDKAN KUALITAS KINERJA PRAJURIT DI SATUAN

Jenris Yulmal Vinas

Abstract


Abstrak – Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS merupakan salah satu satuan jajaran Kostrad yang diharapkan memiliki kesiapan operasional secara maksimal. Namun kompetensi prajurit yang berada di satuan Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS masih belum maksimal. Kondisi tersebut disebabkan oleh banyak faktor baik yang berasal dari dalam maupun dari luar satuan diantaranya permasalahan bidang pendidikan dan latihan serta kesiapan anggaran termasuk di dalamnya pemenuhan perlengkapan khusus dan sarana prasarana satuan dalam rangka menunjang peningkatan kompetensi prajurit di satuan. Tujuan penelitian untuk menganalisis kompetensi prajurit dan strategi satuan dalam rangka meningkatkan kompetensi tersebut serta faktor yang menjadi kendala dalam meningkatkan kompetensi prajurit di Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara terhadap informan sebanyak 15 orang baik itu perorangan maupun dengan diskusi gabungan bersama (FGD) untuk mendapatkan data secara maksimal di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Kompetensi prajurit di Batalyon Infanteri Para Raider 433/JS pada umumnya cukup baik namun masih ada beberapa bidang yang perlu untuk ditingkatkan, hal ini berarti bahwa kompetensi prajurit yang ada saat ini masih belum maksimal sesuai dengan hasil rekrutan prajurit saat direkrut di lembaga pendidikan dari komando utama pendidikan masing-masing, (2) Strategi satuan dalam rangka meningkatkan kompetensi prajurit dirasakan belum optimal dilaksanakan, hal ini berarti bahwa sangat perlu dilakukan inovasi baru dalam perubahan strategi baru yang perlu dilakukan dalam rangka meningkatkan kompetensi prajurit secara maksimal di satuan, (3) Adapun faktor yang menjadi kendala dalam peningkatan kompetensi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya berkaitan dengan kurangnya jumlah personel dan anggaran serta belum terpenuhinya sarana dan prasarana satuan termasuk didalamnya kuota untuk mengikuti pendidikan dan latihan dalam rangka meningkatkan kemampuan (kompetensi) prajurit di satuan, hal ini berarti bahwa harus ada solusi dan rekomendasi untuk bisa mengatas adanya faktor yang menjadi kendala dan tidak dapat diselesaikan oleh satuan tersebut. Kesimpulan bahwa kompetensi prajurit di satuan dapat ditingkatkan melalui media pendidikan dan latihan serta didukung dengan anggaran dan sarana prasarana yang memadahi termasuk dengan peningkatan kemampuan unsur pelatih di satuan yaitu di tingkat Perwira dan Bintara di satuan secara efektif dan efisien dalam rangka mewujudkan kualitas kinerja prajurit di satuan.

Kata Kunci: Strategi Peningkatan dan Kompetensi.


Full Text:

PDF

References


Buku

Asanawi,Sahlan (2008) Teori Motivasi Studio Pres Jakarta.

Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah, 2003, Manajemen Sumber Daya Manusia,. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Anwar Prabu Mangkunegara, 2000, Manajemen Sumber Daya Manusia. Perusahaan, Cetakan Ke-2, PT. Remaja Rosda Karya, Bandung.

--------------------------------------. 2005. Sumber Daya Manusia perusahaan. Remaja. Rosdakarya: Bandung. Bedjo Siswanto, 2000, “Manajemen Tenaga Kerja”, Sinar Baru, Bandung.

Efendi Muhadjir, 2008, Profesionalisme militer: Profesionalisasi TNI, UMM Pres Malang

Edi Suharto, 2009, Membangun Masyarakat Memerdekakan Rakyat, PT Rideka Aditama, Bandung.

Ginandjar Kartasasmitha, 1996, Pembangunan untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan, PT Pusaka Cisendo, Jakarta. Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.

Hasibuan, Malayu S.P, 2005, “Manajemen Sumber Daya Manusia” Edisi Revisi, penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta

Jex greenberg, Jerald dan Robert Baron 2003. behavior in organizations (understanding and managing the human side of work)

Kaleta, Dorota. 2006. Lifestyle Index and Work Ability. International Journal of Occupational Medicine and Environmental Health.

Martoyo Susilo S.E (1990) Manajemen Sumberdaya Manusia. Mathis Robert L dan Jackson John H. 2002. Human Resoursce Management, Alih. Bahasa. Jakarta : Salemba Empat .

Mc Shane, 2008. Steven L dan Von Glinow, Mary Ann organizational behavior. 4th edition. Moenir. 2008. Manajemen Pelayanan Umum di Indonesia. Jakarta: PT. Bumi. Aksara.

Retno, 2003, Pengaruh Profesionaisme dan Etos Kerja, Jakarta Sedarmayanti, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: Refika. Aditama . Sekaran, Uma, 2011. Metode Penelitian untuk Bisnis. Jakarta: Salemba Empat.

Soelaiman, 2007, Manajemen Kinerja ; Langkah Efektif untuk Membangun, Mengendalikan dan Evaluasi Kerja, Cetakan Kedua, Jakarta: PT. Intermedia Personalia Utama.

Stephen P.Robbins. 2006. Perilaku Organisasi edisi kesepuluh, alih bahasa. Jakarta: PT.Indeks kelompok Gramedia.

Sugiyono, 2014 Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Sjafri Mangkuprawira. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Bogor. Ghalia Indonesia.

Sudarwan Danim, 2006, Visi Baru Manajemen Sekolah, Cetakan Pertama, PT. Bumi Aksara, Jakarta. Thoha, Miftah. 2011. Perilaku Organisasi, Konsep Dasar dan Aplikasinya. Rajawali Pers. Jakarta.

Untari, Siti. 2014. “Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan”. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen. Vol. 3 No. 10. Veithzal

Rivai, 2004, “Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk. Perusahaan,” Cetakan Pertama, Jakarta . Wagonhurst, Carole, 2002, “Developing Effective Training Programs”, The. Journal of Research Administration, Volume XXXIII

Wibowo. 2016. Manajemen Kinerja Edisi 5. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Peraturan

Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 View My StatCounter