Pemberdayaan Postur Satuan Kavaleri TNI AD dalam Pelaksanaan Fungsi Penggempur di Wilayah Kodam III/Siliwangi (Studi di Batalyon Kavaleri 4/Tank)

Rudi Kurniawan

Abstract


Abstrak -- Yonkav 4/Tank merupakan satuan manuver yang memiliki tugas pokok melaksanakan pertempuran darat yang bersifat mobil dengan menggunakan kendaraan tempur berlapis baja sebagai kendaraan utamanya. Kondisi alutsista ranpur yang dimiliki oleh Yonkav 4/Tank saat ini sebagian besa usianya sudah tua, sehingga dapat menggangu pelaksanaan tugas pokoknya. Pemberdayaan Postur Batalyon Kavaleri dipengaruhi oleh Kemampuan,Kekuatan dan Gelar yang dihadapkan dengan potensi ancaman di wilayah Kodam III/Siliwangi. Dalam pelaksacukup memprihatinkan.Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa potensi ancaman yang akan dihadapi di wilayah Jawa Barat dan menganalisa bagaimana postus ideal Batalyon Kavalei dalam mendukung tugas pokok Kodam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan penelitian didapatkan hasi bahwa potensi ancaman yang akandihadapi di wilayah Jawa Barat adalah Ancaman militer tradisional dan ancaman non militer, sedangkan postur Yonkav 4/Tank saat ini belum ideal dikarenakan masih ditemukan permasalahan dalam hal kemampuan, kekuatan dan gelar satuan dihadapkan dengan potensi yang akan dihadapi.

Kata Kunci:  Pemberdayaan ,Postur, Potensi Ancaman, Batalyon Kavaleri 4/Tank

 

Abstract -- 4thCavalry Batallion is a manuever unit which has main task to conduct a mobile land battlefield using an armor fighting vehicle as main devices. These function will be influenced by the conditions of cavalry fighting vehicle itself. Currently, most of cavalry vehicle is an obselete tank and unreadiness condition. Empowerment Posture of 4th Cavalery Battalion influenced by Ability, Strength,Deployment compete with threat potentialy in 3rd Military Teritorium Area.    This research wants to analyze the threat and ideal posture to compete the future combat and threat probablity. This research  using an qualitative approach and analytis descriptive methode. Using interview, observation and literature study.

As a result of this study, in conclusion, we can  find that the posture of 4th cavalry Battalion can not compet with the threat probality because the fighting vehicles can not conducting their function optimally.  Furthermore, the strategic steps should be taken in dealing with the exist potential threat, and need real effort in developing the strenght of Cavalry TNI AD in the future.

Keywords: Empowerment,Posture, 4th Armor Battalion, Threat


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Basuki, Ahmad Yani. 2013. Reformasi TNI, Pola,Profesinalitas dan Refungsionalisasi Militer dalam Masyarakat. Jakarta:Yayasan Pustaka Obor.

Darmawan, Muh amad Daud. 2010. Kendaraan Tempur (Perang Dunia II). Jakarta: Suka Buku Kita.

Easton, David. 1992. A System Analysis of Political Life .

Gelbart Mars. 1996. “Tanks – Main Battle Tank and Light Tank”.

J.Keling, Christoper. 1991.The Art of Tank Warfare

Mardalis. 1995. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal,

Jakarta: Bumi Aksara.

Moleong Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rosada Karya.

Poerwadarminta, W.J.S. 1997. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai

Pustaka.

Rachmat, Angga Nurdin. 2015. Keamanan global, Transformasi Isu Keamanan Pasca Perang Dingin. Bandung: Alfabeta.

Rahakundini, Connie,(2007). Pertahanan Negara dan Postur TNI Ideal.

Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Huntington Samuel P. 1991.The Third Wave: Democratization in The Late Twentienth Century, USA: University of Oklahoma Press.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Supriyatno, Makmur. 2014. Tentang Ilmu Pertahanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Winardi. 1999. Pengantar tentang Teori Sistem dan Analisis Sistem.Bandung ; Mandar Maju.

Winardi. 1999. Kepemimpinan dalam Manajemen, Jakarta: Rineka Jaya.

Dokumen

Mabes TNI. 2012. Doktrin Tentara Nasional Indonesia Tridarma Eka Karma (Tridek). Jakarta: Mabes TNI.

Mabesad. 2013. Bujuk induk tentang Kavaleri, Perkasad Nomor 67/XII/2013,. Jakarta: Mabesad.

Mabesad. 2011. Revisi Pembangunan kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force) TNI AD Tahun 2010-2029. Mabesad: Jakarta.

Mabesad. 2003. Buku Petunjuk Administrasi tentang Penyelenggaraan Latihan. Jakarta: Mabesad.

Mabesad. 2013. Perkasad/50/IX/2013 tanggal 17 September 2013 tentang Pembangunan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force) TNI AD Tahun 2010-2029 (Revisi).

Pussenkav Kodiklat TNI AD. 2014. Grand Design Kavaleri TNI Angkatan Darat Tahun 2015 – 2029. Bandung: Pussenkav Kodiklat TNI AD.

Kemhan RI. 2012. Permenhan No.19 Tahun 2012 tanggal 2 Mei 2012 tentang Kebijakan Penyelarasan Minimum Essential Force Komponen Utama.

William S. Lin. 2002. Fourth Generation Warfare, dalam Winslow T. Wheeler and Lawrence J. Korb, Military Reform, A Reference Handbook, London: Preagen Security International,

Mabes TNI. 2013. Doktrin Kampanye Militer Kep Pang TNI Nomor Kep/265/IV/2013 Tanggal 5 April 2013, Jakarta. Mabes TNI

Jurnal

Widjajanto, Andi. 2012. "Revolusi Teknologi Militer Dan Kemandirian Industri Pertahanan Indonesia," dalam Jurnal Pertahanan, Mei 2012, Vol. 2 No. 2, diakses pada 16 Maret 2016

Fecko, D., Lyle, D., & Gambert, X. (n,d). Composite Armor Solutions for

STANAG 4569 Balistic Protection Levels. Aiken, SC USA: AGY. diakses pada 16 Maret 2016

Internet

Laksamana TNI Agus Suhartono, S. Mewujudkan TNI yang tangguh., yang disadur dari http://www.tokohindonesia.com/publikasi/article/322-opini/3899-mewujudkan-tni-yang-tangguh, di unduh pada tanggal 10 Agustus 2016

Military Capability., from en.m.wikipedia.org/wiki/Miitary_capability.

Diunduh pada 15 Agustus 2016

Panji Mitiqo Al-Farouk,( 2011), Mengenal dan Merawat Mesin Turbo (Intercooler, Wastegate Valve), Diakses melalui

http://panjimitiqo.wordpress.com/2011/05/09/mengenal-dan-merawat-mesin-turbo-intercooler-wastegate-valve/, pada tanggal 18 Juni 2016 pkl. 22.00 Wib.

Russian Ammo. (n.d). The Russian Ammunition Page - 12.7 mm To 14.5

mm.Retrieved 7 Agustus 2016 from http://www.russianammo.org/Russian_Ammunition_Page_ 145mm.html#2

Pusdikkav Pussenkav. (2013). Perkembangan Senjata Kanon Tank.

Retrieve 31 Agustus, 2016. From http://arc.web.id/artikel/53-tni-ad10/508-perkembangan-senjata-kanon-tank.html


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 View My StatCounter