ANALISIS PENENTUAN POSISI SELTER ALTERNATIF DAN PEMODELAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI BERBASIS GEOSPATIAL INTELLIGENCE (STUDI KASUS: KABUPATEN PANGANDARAN)

Authors

  • Hilman Putra Sandrika Universitas Pertahanan Indonesia
  • Syamsul Maarif Universitas Pertahanan Indonesia
  • Makmur Supriyatno Universitas Pertahanan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33172/tp.v2i1.572

Abstract

Tsunami merupakan bencana alam yang paling memakan banyak korban jiwa. Diperlukan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana tsunami. Pada penelitian ini, dilakukan analisis penentuan posisi selter alternatif dan pemodelan jalur evakuasi berbasis Geospatial Intelligence (Geoint) dengan objek penelitian Kabupaten Pangandaran.Proses penelitian ini diawali dengan melakukan simulasi inundasi tsunami dengan magnitude 9 SR. Selanjutnya mencari lokasi-lokasi rawan bencana tsunami. Lalu dilakukan analisis untuk menentukan posisi-posisi selter altenatif. Terakhir yakni memodelkan jalur terpendek dari selter evakuasi menuju lokasi rawan. Hasil dari penelitian yakni berupa pemodelan inundasi/genangan tsunami dengan gempa berkekuatan 9 SR. Pemodelan inundasi dimodelkan menjadi 5 klasifikasi berdasarkan tinggi genangan, yakni genagan setinggi 0-1,51 meter, 1,51-3 meter, 3,01- 4,3 meter, 4,31-5,8 meter, dan 5,81-7,25 meter. Berdasarkan hasil dari pemodelan inundasi, didapatkan sejumlah 67 lokasi rawan bencana dan posisi selter sebanyak dengan 42 dengan 2 tempat tidak memiliki wilayah yang masih dalam jangkauan tsunami.  Hasil akhir dari penelitian ini yakni model jalur evakuasi sebanyak 67 buah. Hasil tersebut disajikan melalui tampilan analisis Geoint versi statis berupa peta dan versi dinamis Web.

Kata Kunci: Geospatial Intelligence, Selter Evakuasi, Jalur evakuasi, Inundasi, Tsunami. 

References

Buku

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2016). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta.

Budiardjo. (2006). Evacuation Selter Building Planning for Tsunami-prone Area: a Case Study of Meulaboh City, Indonesia. Program Magister Fakultas Geo-information Science and Earth Observation, University of Twente.

Creswell, John. (2010). Research Design. Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Edisi Ketiga. Alih Bahasa oleh Achmad Fawaid. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2014). Doktrin Pertahanan Negara.Jakarta.

Supriyanto, Makmur. (2014). Tentang Ilmu Pertahanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Sutanto. (2016). Metode Penelitian Penginderaan Jauh. Yogyakarta. Penerbit Ombak. Hal 61

Jurnal

Pratomo, Aris, dan Iwan Rudiarto. 2013.” Permodelan Tsunami dan Implikasinya Terhadap Mitigasi Bencana di Kota Palu”. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. Vol 9(2). Pp 174-182.

Prihantoro, D., Sagala Saut A.H.2014.” Perencanaan Evakuasi Tsunami Menggunakan Selter Vertikal di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol 3(1).

Rahmawan, Sofyan. 2012.” Studi Potensi Bahaya Tsunami di Selatan Jawa”. Tim Publikasi Program Studi Metorologi Institut Teknologi Bandung.

Sutikno, Sigit. 2012.” Kajian Penentuan Lokasi Selter untuk Evakuasi Tsunami Berdasarkan Analisis Service Area di Kota Pacitan”. Jurnal Sains dan Teknologi, vol 11(2).

Website

Badan Pusat Statistik Jawa Barat.” Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Objek Wisata”. Retrieved from https://jabar.bps.go.id/statictable /2018/03/23/475/jumlah-kunjungan-wisatawan-ke- obyekwisata. html, diakses tanggal 15 April 2019

Badan Pusat Statistik. “Luas Daerah dan Jumlah Pulau Menurut Provinsi 2002-2016.” Retrieved from https://www.bps.go.id/statictable /2014/09/05/1366/luas-daerah-dan-jumlah-pulau-menurut-provinsi-2002-2016.html, diakses pada 15 April 2019.

Sumariyah,” Mitigasi Tsunami.” Retrieved from https://bpbd.pangandarankab.go.id/news/mitigasi-tsunami/, diakses tanggal 1 September 2019.

Downloads

Published

2020-06-23

How to Cite

Sandrika, H. P., Maarif, S., & Supriyatno, M. (2020). ANALISIS PENENTUAN POSISI SELTER ALTERNATIF DAN PEMODELAN JALUR EVAKUASI BENCANA TSUNAMI BERBASIS GEOSPATIAL INTELLIGENCE (STUDI KASUS: KABUPATEN PANGANDARAN). Teknologi Penginderaan, 2(1). https://doi.org/10.33172/tp.v2i1.572

Most read articles by the same author(s)