PENCEGAHAN KONFLIK DI KABUPATEN ENDE NUSA TENGGARA TIMUR TAHUN 2014-2019 (STUDI RAKOR TIGA BATU TUNGKU)

Authors

  • Yosep Susanto Universitas Pertahanan

Abstract

Studi ini menganalisa upaya pencegahan konflik adat yang terjadi di Kabupaten Ende, yang merupakan sarana bertemunya para pemimpin suku adat yang ada di wilayah Kabupaten Ende dengan demikian dapat dijadikan sebagai ruang untuk merajut dan menumbuhkan kekuatan bekerjasama dan sama-sama bekerja dalam konteks kemitraan sesuai peran dan fungsi masing-masing pemerintah, para mosalaki dan pimpinan agama dalam upaya pencegahan konflik di Kabupaten Ende. Adapun teori dan konsep yang digunakan dalam menganalisis hasil penelitian diantaranya: Teori Eskalasi Glasl, Konstruksi Budaya Damai, Konsep Kearifan Lokal. Studi ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sumber data primer diperoleh melalui hasil observasi dan wawancara langsung dengan berbagai narasumber yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Sedangkan data skunder diperoleh dari buku, dokumen maupun literatur yang memiliki relevansi dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam Rakor Tiga Batu Tungku kekuatan budaya dan nilai-nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat Kabupaten Ende seperti seremoni adat sebagai model penyelesaian dan pencegahan konflik masyarakat adat di Kabupaten Ende. Lembaga adat dalam penanganan/penyelesaian konflik-konflik yang terjadi pada wilayah hukum adat setempat ternyata sangat penting dan strategis, baik pada tahap pencegahan maupun tahap penanganan, penyelesaian. Rekomendasi penelitian ini agar mengajarkan kembali bentuk seremoni adat pada generasi penerus sebagai pengetahuan adat yang turun temurun supaya tidak terjadi pelanggaran nilai-nilai adat, aksi lanjutan dalam penguatan lembaga adat yang ada sehingga dapat berfungsi efektif dalam pencegahan konflik yg terjadi.

References

Buku

BPS Kabupaten Ende, Ende Dalam Angka 2019, Ende :PT. Arnorldus Nusa Indah

Bungin Burhan. (2012). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Drs. Tafsir, M.Ag, Agama Antara Juru Damai Dan Pemicu Konflik (Memahami Akar Konflik Dalam Islam), (Semarang: 2007)

Galtung, J (2003). Studi Perdamaian : Perdamaian dan Konflik, Pembangunan dan Peradaban. Surabaya : Pustaka Eureka

Jamil Mukhsin. (2012). Tradisi Ikhtilaf dan Budaya Damai di Pesantren. Semarang: Litbang.

Malik Ichsan. (2017) Resolusi Konflik Jembatan Perdamaian. Jakarta, Kompas Media Nusantara.

Mbete Aron Meko, (2006) Khazanah Budaya Lio Ende, Yogyakarta : Pustaka Larasan

Meleong Lexy J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Mujahidin, Adnan Mahdi (2014) Panduan Penelitian Praktis untuk menyusun Skripsi, Tesis dan Desertasi. Bandung: Alfabeta.

Rusdiana H.A, (2015). Manajemen Konflik. Bandung : Pustaka Setia.

Saebani Beni A, (2015). Filsafat Imu dan Metode Penelitian. Bandung : Alfabeta.

Satori Djam’an dan Komariah Aan. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Jurnal

Yunus Rasid (2014), Nilai-nilai Kearifan Lokal (Local Genius) Sebagai Penguat Karakter Bangsa:Studi Empiris Tetang Huyula, (Yogyakarta: Deepublish), 2014, hlm. 91.

Peraturan Perundang-undangan

Buku Putih Pertahanan Indonesia. (2015). Jakarta : Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

Peraturan Bupati Nomor 7 tahun 2017 tentang Pedoman Pembentukan dan Pelaksanaan Model Segitiga Kekuatan Bekerja Membangun Kabupaten Ende

RPJMD Kabupaten Ende 2014-2019.

website

Pius Romualdus, Warga Nduaria di Kabupaten Ende Bentrok dalam https://kupang.tribunnews.com/2016/01/28/warga-nduaria-bentrok (diakses 17 September 2019).

Downloads

Published

2020-08-28