RESOLUSI KONFLIK PERTAMBANGAN TIMAH INKONVENSIONAL MELALUI PENDEKATAN MODAL SOSIAL DI PROVINSI BANGKA BELITUNG (STUDI KASUS MASYARAKAT KABUPATEN BELITUNG)

Authors

  • Amelia Dwi A Universitas Pertahanan RI
  • Bayu Setiawan Universitas Pertahanan RI

Abstract

Bangka Belitung sebagai salah satu penghasil timah di Indonesia. Eksplorasi tambang tanpa ijin telah menyebabkan munculnya penambangan timah inkonvensional. Pertambangan ini berimplikasi pada munculnya kerusakan lingkungan dan ketegangan sosial. Ketegangan terjadi antara Pemerintah, kelompok penambang, dan masyarakat sekitar daerah pertambangan sehingga rawan akan konflik. Kebijakan pemerintah dalam menangani konflik pertambangan inkonvensional masih belum optimal. Pendekatan penegakan hukum tidak menyelesaikan akar konflik sehingga konflik terus terjadi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan modal sosial. Modal sosial adalah nilai dan budaya yang digali dari masyarakat setempat yang digunakan untuk menyelesaikan konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial masyarakat Belitung dalam upaya memperoleh resolusi konflik pertambangan inkonvensional. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di beberapa wilayah. Penelitian ini melihat relasi pendekatan modal sosial yang dapat menjadi perekat, jaringan penghubung, dan jembatan dalam resolusi konflik. Modal sosial digunakan dalam rangka merumuskan resolusi konflik yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran dalam usaha mengurangi jumlah konflik hingga penambang inkonvensional di Kabupaten Belitung. Harapannya agar masyarakat memperoleh solusi alternatif yang saling menguntungkan.

References

Cox, Eva. (1995). A Trully Civil Society. ABC Book, Sydney.

Mahendra. (2017, September 25). Antara Babel. Retrieved from Walhi Bangka Belitung Dorong Presiden Moratorium Tambang Timah: https://babel.antaranews.com/berita/64810/walhi-bangka-belitung-dorong-presiden-moratorium-tambang-timah.

Miall, R., dan Haouse, W. (2000), Resolusi Damai Konflik Kontemporer, Trj. Satrio, Raja Grapindo Persada Jakarta. hal. 7-33.

Nawawi, J. (2012). Membangun kepercayaan dalam mewujudkan good governance. Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 1(3), 19–29.

Putnam, R. (1993). The prosperous community: Social capital and public life. The American Prospect, 13(Spring, 1993), 35–42.

Putnam, Robert dengan Robert Leonardi dan Rafaella Nanetti (1993) Making Democracy Work: Civic Traditions in Modern Italy. Princeton, N.J.: Princeton University Press.

Rahayu, Derita Prapti. (2012). Budaya Hukum Penambang Timah Inkonvensional (TI) Terhadap Mekanisme Perizinan Berdasar Perda Pengelolaan Pertambangan Umum di Provinsi Bangka Belitung. Jurnal MMH, Jilid No. 4, Oktober 2012.

Salim, Zamroni, Ernawati Munadi. 2016. Info Komoditi Timah Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Jakarta Selatan: Imprint Al-Mawardi Prima.

Woolcock, Michael. (2004). Using Social Capital: Theory and Practice of Economic Development Princeton, NJ: Princeton University Press (Forthcoming).

Yin, Robert.K.. 2011. Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Rajawali Press

Downloads

Published

2021-12-30