RADIKALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL SELAMA PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE OF 2019

Authors

  • Aththaariq Rizki Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33172/pa.v8i1.1177

Abstract

Penelitian ini mengajukan argumen bahwa saat ini ancaman radikalisasi melalui media sosial telah menjadi ancaman aktual yang berpotensi untuk semakin berkembang selama masa pandemi Coronavirus Disease of 2019 (Covid-19). Tujuan penelitian ini menjelaskan ancaman radikalisasi melalui media sosial di Indonesia selama masa pandemi Covid-19. Riset ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian:1) ancaman radikalisasi melalui media sosial di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 mengalami peningkatan 2) strategi komunikasi yang digunakan pemerintah untuk mencegah radikalisasi di media sosial adalah dengan melakukan kontra narasi, pemblokiran,pemberian pesan dan konten informatif, persuasif dan edukatif untuk meningkatkan literasi masyarakat. Kesimpulan penelitian ; ancaman radikalisasi melalui media sosial di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 semakin meningkat seiring peningkatan penggunaan media sosial, untuk menghadapai permasalahan tersebut, pemerintah menggunakan strategi perlawanan narasi, peningkatan literasi, dan pemblokiran untuk meminimalisir ancaman radikalisasi di media sosial, namun strategi komunikasi ini hanya efektif bagi mereka yang belum terpapar paham radikal secara solid.

References

APJII. (2020). Laporan Survei Internet APJII 2019 - 2020 [Q2]. Jakarta: APJII.

Arifin, A. (2004). Strategi Komunikasi, Sebuah Pengantar Ringkas. Bandung: Cv.

Armico.

BBC. (2021, 3 31). Penembakan Mabes Polri: 'Terduga teroris berideologi ISIS', polisi

ungkap identitas perempuan 25 tahun pelaku serangan. Diambil kembali dari

BBC News: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-56579674

Canggara, H. (2013). Perencanaan dan strategi komunikasi. Jakarta: PT Raja

Grafindo.

Ghifari, I. F. (2017). Radikalisme di Internet. Jurnal Agama dan Lintas Budaya 1, 2

(Maret 2017), 123-134.

Gunawan, W. (2020, 09 30). Selama Pandemi Covid-19, Ada 143 Orang Jadi

Tersangka Terorisme. Diambil kembali dari JawaPos:

https://www.jawapos.com/nasional/politik/30/09/2020/selama-pandemi-covid-

-ada-143-orang-jadi-tersangka-terorisme/

Mashabi, S. (2020, 12 23). Kepala BNPT: Penyebar Paham Radikalisme Manfaatkan

Media Sosial. Diambil kembali dari BNPT:

https://nasional.kompas.com/read/2020/07/03/15343511/kepala-bnpt-penyebarpaham-

radikalisme-manfaatkan-media-sosial?page=all

Moghaddam, F. M. (2005). The Staircase to Terrorism. . American Psychological

Association. Journal, 161–169.

Puspita, R. (2020). Kontra-Radikalisasi Pada Media Sosial Dalam Perspektif

Komunikasi. Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan

Penelitian Vol. 6, No. 2, Oktober 2020 , 509 – 529.Sebayang, R. (2020, 7 3). Di Tengah Pandemi, Penggunaan Teknologi Meningkat

Pesat. Diambil kembali dari CNBC Indonesia:

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200723190647-37-175009/di-tengahpandemi-

penggunaan-teknologi-meningkat-pesat

Sihaloho, M. J. (2021, 11 23). Waspadai Enabling Environment dan Narco-Terrorism.

Diambil kembali dari Beritasatu:

https://www.beritasatu.com/nasional/857907/waspadai-enabling-environmentdan-

narcoterrorism

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sunarto, A. (2017). Dampak Media Sosial Terhadap Paham Radikalisme. urnal

Nuansa Vol. X, No. 2.

Taprial, V. &. (2012). Understanding Social Media. London: Ventus Publishing ApS.

VOI. (2020, 12 23). APJII: Pandemi COVID-19 Buat Pengguna Internet di Indonesia

Meningkat Hampir 200 Juta. Diambil kembali dari VOI:

https://voi.id/teknologi/19331/apjii-pandemi-covid-19-buat-pengguna-internetdi-

indonesia-meningkat-hampir-200-juta

Downloads

Published

2022-06-30

How to Cite

Rizki, A. (2022). RADIKALISASI MELALUI MEDIA SOSIAL SELAMA PANDEMI CORONAVIRUS DISEASE OF 2019. Peperangan Asimetris (PA), 8(1), 1–21. https://doi.org/10.33172/pa.v8i1.1177