STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA DALAM MENGHADAPI POTENSI ANCAMAN ASIMETRIS DI WILAYAH FLIGHT INFORMATION REGION (FIR) KEPULAUAN RIAU DAN NATUNA

Akmalia Sofa

Abstract


Perkembangan lingkungan strategis berdampak pada perkembangan ancaman asimetris yang pesat. Potensi ancaman dimasa depan mempengaruhi pertahanan keamanan suatu negara. Di wilayah Flight Information Region Kepulauan Riau dan Natuna, terjadi beberapa potensi ancaman asimetris yang mengancam keamanan pertahanan Indonesia. Penelitian membahas mengenai potensi ancaman asimetris di wilayah Flight Information Region yang memberikan dampak bagi Indonesia serta membahas mengenai strategi pertahanan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi ancaman asimetris di wilayah Flight Information Region Kepulauan Riau dan Natuna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan beberapa teori dan konsep yang digunakan yaitu teori Ilmu Pertahanan, teori strategi, konsep ancaman, persepsi ancaman, dan konsep asymmetric warfare equation. Teknis analisis data dalam penelitian adalah pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah potensi ancaman yang terjadi di wilayah Flight Information Region berupa interpretasi yang berbeda, pelanggaran wilayah udara di wilayah Kepulauan Riau dan Natuna. Adapun strategi yang digunakan adalah adanya military civil cooperation di wilayah FIR Kepulauan Riau dan Natuna. Kerjasama dilakukan dengan pertukaraan data serta informasi penerbangan. Melakukan force down dan intercept kepada black flight, menggunakan system kendali operasi yang berbasis network centric warfare yang berbasis konektivitas dan komunikasi terpusat. Pemerintah Indonesia berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2019 membentuk Satuan TNI Terintegrasi (STT) dalam rangka mengatasi pelanggaran dan ancaman yang terjadi di wilayah Indonesia. Sehingga pertahanan dan keamanan Indonesia di wilayah Flight Information Region dapat terjaga.


Keywords


Strategi, Flight Information Region, Potensi Ancaman Asimetris, Kepulauan Riau dan Natuna, Military Civil Cooperation (MCC)

Full Text:

PDF

References


Denzin & Lincoln (1994, 2000, 2005, 2011) dalam karya The SAGE Handbook of Qualitative Research. Dikutip oleh John W. Creswell (2013, hlm 58. Edisi ke-3, cet. 1) dalam buku yang berjudul “Penelitian Kualitatif dan Desain Penelitian Riset”. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Hakim, Chappy. (2019). FIR di Kepulauan Riau Wilayah Udara Kedaulatan NKRI. Jakarta: Kompas

J. Moleong, Lexy. (2000). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. (2015). Buku Putih Pertahanan Negara. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Lykke, A. F. (1998). Military Strategy: Theory and application. Pennsylvania: U.S. Army War College.

Mifflin Company, H. (2000). The American Heritage Dictionary of the English Language. Houghton Mifflin Company: New York.

S, Truxal. (2017). Economic and Environmental Regulation of International Aviation: From International to Global Governance. New York: Routledge.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Peraturan Perundang – Undangan

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Agreement Between Government of the Republic of Singapura on the Realignment of the Boundary Between the Singapore Flight Information Region and the Jakarta Flight Information Region.

Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2016 tentang Navigasi Penerbangan Nasional

Peraturan Presiden No 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 Tentang Wilayah Negara

Artikel Jurnal

Department of The Navy. (1997). “Strategy”. Washington DC: Marine Corps Doctrinal Publication (MCDP). 1-1

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, “Kronologi Pengambilalihan Natuna”, Bahan Rapat Pokja Pengambilalihan Ruang Udara di atas Kepulauan Natuna

Laporan Kunjungan Spesifik Komisi I DPR RI ke Pangakalan utama TNI.

Lestari, Puji Endang. (2016). “The Delegation of State Sovereignty over Air Space in the Implementation of Air Navigation: The Analysis of The Agreement Between Indonesia on Management of The Batam and Natuna Flight Information Region”. Journal Fiat Justicia vol 11 (2) 174-176

Lestari, Ramadhita. (2016). “Diplomasi Indonesia dalam Menyelesaikan Sengketa FIR (Flight Information Region) di atas Kepulauan Natuna dengan Singapura”. Jurnal Hubungan Internasional Universitas Riau Vol 1 (1) 3-10

Mansur, Amrizal. (2014). “Flight Information Region: Implikasi Penguasaan Air Traffic Control Oleh Singapura di Kepulauan Riau”. Jurnal Universitas Pertahanan. 59-65

Nurfitriyanti. (2016). “Analisis Terhadap Upaya Kesiapan Indonesia dalam Mengambil Alih Pengelolaan Flight Information Region (FIR) Singapura di atas wilayah Kepulauan Riau dan Natuna”, Universitas Hasanuddin. 1-11

Risdianto, Danang. (2017). “Penyidik TNI Wilayah Udara dalam Kasus Pelanggaran Wilayah Udara Yuridiksi Indonesia oleh Pesawat Terbang Asing Tidak Terjadwal” Jurnal Legilasi Indonesia, Vol 14 (1) 77-80

Rumuat, William Raka Manumayasa. (2018). “Persamaan Perspektif sebagai Penyebab Penguasaan FIR Singapura di Ruang Udara Kepulauan Riau”. Journal of International Realtions, Vol 4 (3) 1-7

Saraswati, Rahayu. (2016). “Kajian Yuridis Mengenai Perjanjian Flight Information Region (FIR) Indonesia-Singapura di Kepulauan Natuna Ditinjau dari Konvensi Chicago Tahun 1944 serta Pengaruh Terhadap Kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Jurnal Universitas Atmajaya. 3-19

Zuraida, Evi. (2012). “Tinjauan Yuridis Upaya Pengambilalihan Pelayanan Navigasi Penerbangan Pada Flight Information Region (FIR) Singapura di atas Wilayah Udara Indonesia Berdasarkan Perjanjian antara Indonesia Singapura Tahun 1995”. Universitas Indonesia. 3-89


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Peperangan Asimetris

Jurnal Peperangan Asimetris is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.